Artikel

Pengantar – Desain Grafis

Definisi desain grafis adalah sebuah bidang kreatif yang melibatkan penggunaan elemen visual untuk mengkomunikasikan sebuah pesan atau ide. Jika Anda mempertimbangkan untuk mempelajari desain grafis, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum memulai, namun yang paling pertama dan terpenting Anda harus memiliki kecenderungan alami terhadap kreativitas. Desain grafis adalah tentang menghasilkan ide-ide baru dan inovatif, jadi jika Anda seseorang yang suka mengeksplorasi, mendobrak batasan, dan mencoba sesuatu yang baru, Anda kemungkinan akan senang dengan karir dan di bidang desain grafis.

Untuk memahami desain grafis dari awal, ada beberapa hal yang perlu dipelajari secara mendasar, dan agar lebih mudah dalam membaca, kami hadirkan dalam bentuk list / daftar supaya mudah dipelajari:

Sejarah

  • Manusia adalah makhluk visual, dan karena itu dunia grafis sudah berakar pada kehidupan manusia sejak awal, salah satu pembuktiannya adalah lukisan gua dari zaman prasejarah (38.000 SM): Di zaman prasejarah sebelum ditemukannya penulisan, manusia gua melukiskan peristiwa kehidupan di dinding gua.
  • Bahasa tulis awal seperti tulisan paku-paku / cuneiform Sumeria (3.000 SM) bersifat logografis, menggunakan lambang tertentu untuk mewakili kata dan konsep tertentu, kemudian ada hieroglif Mesir Kuno yang berfungsi sama, yang kemudian diadopsi oleh bangsa Fenisia untuk menjadi sistem penulisan yang menjadi cikal bakal alfabet saat ini.
  • Metode percetakan berkembang dari waktu ke waktu, termasuk percetakan balok kayu di Cina (200 M) dan jenis huruf bergerak di Beijing (1.040 M), berabad-abad sebelum mesin cetak Gutenberg di Eropa
  • Pada Abad Pertengahan, tipografi dan kaligrafi menjadi penting karena teks dan buku disalin dengan tangan
  • Mesin cetak tipe bergerak Gutenberg pada abad ke-15 merupakan titik balik komunikasi massa dan literasi masyarakat di Eropa
  • Beberapa abad kemudian, terjadi revolusi industri yang membawa teknologi percetakan baru yang lebih masif dan efisien, untuk memproduksi media seperti poster dan surat kabar

Elemen Desain

  • Titik
  • Garis
  • Bentuk 2D (contoh: lingkaran)
  • Bentuk 3D (contoh: kubus)
  • Tekstur
  • Warna
  • Ruang Kosong (spacing)

Prinsip Desain

  • Kontras: Menggunakan perbedaan dalam elemen untuk menciptakan hirarki visual dan titik fokus
  • Pengulangan: Mengulang satu elemen untuk menciptakan konsistensi dan ritme
  • Pola: Mengulang beberapa elemen untuk menciptakan latar belakang yang menarik secara visual
  • Irama: Menggunakan kombinasi elemen yang diulang dengan variasi untuk menciptakan kesan pergerakan
  • Gerakan: Memandu mata pemirsa melalui komposisi
  • Penekanan: Menyoroti elemen desain tertentu secara strategis untuk menarik perhatian
  • Proporsi: Memastikan hubungan di antara berbagai elemen yang harmonis
  • Harmoni: Mencapai rasa keterpaduan di antara berbagai elemen yang berbeda
  • Variasi: Memperkenalkan ketertarikan visual dan kontras untuk membuat pemirsa tetap terlibat

Warna

  • Roda warna terdiri dari warna primer, sekunder, dan tersier
  • Warna primer adalah tiga warna dasar yaitu: merah, biru dan kuning. Dari sinilah semua warna lainnya (seperti hijau, oranye dan lainnya) dibuat
  • Warna sekunder adalah pencampuran warna primer (contoh: ungu dihasilkan dari merah dan biru)
  • Warna dapat dikategorikan sebagai warna hangat (terkait dengan matahari, kehangatan, energi) atau sejuk (terkait dengan ketenangan dan kedamaian)
  • Terdapat dua ruang warna yang paling umum digunakan yaitu RGB – red green blue, untuk tampilan digital dan CMYK – cyan magenta yellow black untuk media cetak

Tulisan ini hanya ‘membuka’ sekilas mengenai apa yang ada di dalam dunia desain grafis, masih banyak hal lain yang perlu dipelajari lebih lanjut untuk memahami desain grafis secara mendasar.

pexels-pixabay-301792

Tanggal / waktu penulisan

Ditulis oleh

Bagikan