Saat ini YouTube adalah sebuah platform internet yang telah sangat luas digunakan untuk menonton konten video, bahkan di seputaran netizen Indonesia sempat ada semacam ‘slogan’ bahwa “YouTube itu lebih daripada TV“, karena menyajikan ragam konten yang lebih luas dan banyak dari segi kuantitas & kualitas yang berasal dari beragam kreator individual maupun kelompok—termasuk perusahaan media massa televisi.
YouTube bermula dari ide tiga mantan pegawai Paypal: Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim. Awalnya dari membuat situs kencan online yang mempunyai fitur video yang mumpuni, namun situs kencan tersebut gagal. Kemudian mereka beralih untuk membuat situs khusus upload & berbagi video untuk berbagai tipe media.
Bagaimana ceritanya YouTube berubah dari platform video sederhana menjadi sebuah raksasa platform video di bawah Google, bahkan berkembang menjadi platform media massa dan publikasi musik? Mari kita simak dahulu riwayat singkat perkembangan YouTube dari awal hingga diakuisisi oleh Google (info dirangkum dari Wikipedia bahasa Inggris) :
- Mei 2005, rilis versi uji coba publik, 30.000 pemirsa per hari (hanya dalam waktu beberapa bulan.)
- November 2005, lebih dari 2 juta pemirsa per hari.
- Februari 2006, fitur periklanan di YouTube mulai berlangsung.
- Maret 2006, total upload video: 25 juta video dengan ~20.000 unggahan per hari.
- Musim panas 2006, menjadi salah satu situs dengan pertumbuhan tercepat di Internet, menampung lebih dari 65.000 unggahan video baru
- Juli 2006, 100 juta penayangan video per hari pada bulan. Kebutuhan peralatan baru dan koneksi internet broadband yang lebih luas untuk melayani audiens yang terus bertambah.
- Meningkatnya masalah pelanggaran hak cipta dan kurangnya dalam mengkomersialkan YouTube akhirnya menyebabkan outsourcing ke Google yang kemudian gagal dalam platform video mereka sendiri “Google Video”
- 9 Oktober 2006, diumumkan bahwa perusahaan ini akan dibeli oleh Google dengan nilai saham sebesar 1,65 miliar US dollar, yang diselesaikan pada tanggal 13 November 2009. Akuisisi terbesar kedua Google di tahun tersebut.
Tahun 2008 ke depannya adalah masa YouTube mulai berkembang pesat, dengan dihadirkannya berbagai pengembangan fitur (salah satunya adalah pilihan video resolusi & kualitas HD yang di masa itu masih cukup jarang untuk situs streaming) dan munculnya berbagai kreator / vlogger terkenal yang memulai karirnya di YouTube. Live streaming diluncurkan di tahun 2011.
Untuk menyaingi platform video TikTok, YouTube mengadakan fitur Shorts mulai 2020 dan berfungsi hampir sama.
Sejak akuisisi, YouTube berkembang menjadi jauh lebih besar dengan jumlah pendapatan pada tahun 2018 15 miliar US dollar (sebagai perbandingan: jaringan televisi terbesar, NBC pendapatannya sebesar 7 miliar US dollar). Tahun 2024, YouTube dilaporkan mempunyai nilai 183 miliar US dollar.
Bisa dikatakan, akuisisi YouTube adalah salah satu akuisisi Google yang paling sukses dengan komunitas pemirsa dan kreator yang masih berkembang hingga kini plus nilai finansial yang terus bertambah.
Ringkasan
- YouTube mulai beroperasi 2005, tumbuh pesat di tahun-tahun berikutnya sebagai platform populer
- Diakuisisi oleh Google secara penuh sejak November 2009 senilai 1,65 miliar US dollar (sekitar 2,4 miliar US dollar dengan rate saat ini)
- Nilai saat ini mencapai sekitar 183 miliar US dollar
- Artinya dalam kurun waktu 15 tahun (2009-2024), pertambahan nilai brand-nya sekitar 180,6 miliar US dollar.